Rabu, 24 Juni 2015

Sekuriti Sistem Komputer

Sekuriti Sistem Komputer.
  
     Keamanan komputer atau dalam Bahasa Inggris computer security atau dikenal juga dengan sebutan cybersecurity atau IT security adalah keamanan infromasi yang diaplikasikan kepada komputer dan jaringannya. Computer security atau keamanan komputer bertujuan membantu user agar dapat mencegah penipuan atau mendeteksi adanya usaha penipuan di sebuah sistem yang berbasis informasi. Informasinya sendiri memiliki arti non fisik.
       Keamanan komputer adalah suatu cabang teknologi yang dikenal dengan nama keamanan informasi yang diterapkan pada komputer. Sasaran keamanan komputer antara lain adalah sebagai perlindungan informasi terhadap pencurian atau korupsi, atau pemeliharaan ketersediaan, seperti dijabarkan dalam kebijakan keamanan.
       Sistem keamanan komputer merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk mengamankan kinerja dan proses komputer. Penerapan computer security dalam kehidupan sehari-hari berguna sebagai penjaga sumber daya sistem agar tidak digunakan, modifikasi, interupsi, dan diganggu oleh orang yang tidak berwenang. Keamanan bisa diindentifikasikan dalam masalah teknis, manajerial, legalitas, dan politis. computer security akan membahas 2 hal penting yaitu Ancaman/Threats dan Kelemahan sistem/vulnerabillity.
       Keamanan komputer memberikan persyaratan terhadap komputer yang berbeda dari kebanyakan persyaratan sistem karena sering kali berbentuk pembatasan terhadap apa yang tidak boleh dilakukan komputer. Ini membuat keamanan komputer menjadi lebih menantang karena sudah cukup sulit untuk membuat program komputer melakukan segala apa yang sudah dirancang untuk dilakukan dengan benar. Persyaratan negatif juga sukar untuk dipenuhi dan membutuhkan pengujian mendalam untuk verifikasinya, yang tidak praktis bagi kebanyakan program komputer. Keamanan komputer memberikan strategi teknis untuk mengubah persyaratan negatif menjadi aturan positif yang dapat ditegakkan.
       Pendekatan yang umum dilakukan untuk meningkatkan keamanan komputer antara lain adalah dengan membatasi akses fisik terhadap komputer, menerapkan mekanisme padaperangkat keras dan sistem operasi untuk keamanan komputer, serta membuat strategi pemrograman untuk menghasilkan program komputer yang dapat diandalkan.

       Saat ini sistem komputer yang terpasang makin mudah diakses, sistem timesharing dana akses jarak jauh menyebabkan kelemahan komuniksai data menjadi pokok masalah keamanan. Terlebih dengan meningkatnya perkembangan jaringan komputer. Kecenderungan lain saat ini adalah memberi tanggungjawab pengelolaan aktivitas pribadi dan bisnis ke komputer, seperti :
        Sistem transfer dana elektronis (electronic fund transfer system) melewatkan uang sebagai aliran bit.
Sistem kendali lalu-lintas udara (air trafic control system) melakukan banyak kerja yang sebelumnya ditangani pengendali manusia.
Unit rawat intensif di rumah sakit sudah sangat terkomputerisasi. Dan sebagainya.
      Implementasi pengamanan sangat penting untuk menjamin sistem tidak diinterupsi dan diganggu. Proteksi dan pengamanan terhadap perangkat keras dan system operasi sama pentingnya. Sistem operasi hanya satu bagian kecil dari seluruh perangkat lunak di suatu sistem.
       Tetapi karena sistem operasi mengendalikan pengaksesan ke sumber daya, dimana perangkat lunak lain meminta pengaksesan sumber daya lewat sistem operasi maka sistem operasi menempati posisi yang penting dalam pengamanan sistem.

        Pengamanan perangkat lunak cenderung memfokuskan pada pengamanan system operasi, karena perangkat lunak aplikasi juga memberi resiko keamanan.Keamanan sistem operasi merupakan bagian masalah keamanan sistem computer secara total. Pengamanan sistem operasi berarti kecil jika setiap orang dapat melenggang di ruang sistem komputer. Pengamanan secara fisik dengan membatasi pengaksesan fisik secara langsung dengan fasilitas sistem computer harus dilakukan juga.

KEAMANAN

        Keamanan sistem komputer adalah untuk menjamin sumber daya tidak digunakan atau dimodifikasi orang tak terotorisasi. Pengamanan termasuk masalah teknis, manajerial, legalitas dan politis. Keamanan sistem terbagi menjadi tiga, yaitu :

  • Keamanan eksternal (external security).Berkaitan dengan pengamanan fasilitas komputer dari penyusup (hacker) dan bencana seperti kebakaran dan kebanjiran.
  • Keamanan interface pemakai (user interface security).Berkaitan dengan identifikasi pemakai sebelum pemakai diijinkan mengakses program dan data yang disimpan.
  • Keamanan internal (internal security).Berkaitan dengan pengamanan beragam kendali yang dibangun pada perangkat keras dan sistem operasi yang menjamin operasi yang handal dan tak terkorupsi untuk menjaga integritas program dan data. Istilah keamanan (security) dan proteksi (protection) sering digunakan secara bergantian. Untuk menghindari kesalahpahaman, istilah keamanan mengacu ke seluruh masalah keamanan dan istilah mekanisme proteksi mengacu ke mekanisme sistem yang digunakan untuk memproteksi/melindungi informasi pada sistem komputer.


MASALAH-MASALAH KEAMANAN.

Terdapat dua masalah penting, yaitu :

a. Kehilangan data (data loss).

Dapat disebabkan karena :

  1. Bencana.,Kebakaran.,Banjir.,Gempa bumi.,Perang.,Kerusuhan.,Binatang.
  2. Kesalahan perangkat keras dan perangkat lunak.,Ketidak berfungsian pemroses.,Disk atau tape yang tidak terbaca.,Kesalahan telekomunikasi.,Kesalahan program (bugs).
  3. Kesalahan/kelalaian manusia.,Kesalahan pemasukan data.,Memasang tape atau disk yang salah.,Eksekusi program yang salah.,Kehilangan disk atau tape.

Kehilangan data dapat diatasi dengan mengelola beberapa backup dan backup ditempatkan jauh dari data yang online.

b. Penyusup (hacker).
Terdiri dari :

  • Penyusup pasif, yaitu yang membaca data yang tak diotorisasi.
  • Penyusup aktif, yaitu yang mengubah data yang tak diotorisasi.

Kateogri penyusupan :
      Lirikan mata pemakai non teknis. Pada sistem time-sharing, kerja pemakai dapat diamati orang sekelilingnya. Bila dengan lirikan itu dapat mengetahui apa yang diketik saat pengisian password, maka pemakai non teknis dapat mengakses fasilitas yang bukan haknya.
Penyadapan oleh orang dalam.
Usaha hacker dalam mencari uang.
Spionase militer atau bisnis.

ANCAMAN-ANCAMAN KEAMANAN.
 
        Sasaran pengamanan adalah menghindari, mencegah dan mengatasi ancaman terhadap sistem. Kebutuhan keamanan sistem komputer dikategorikan tiga aspek, yaitu :

  • Kerahasiaan (secrecy).

Adalah keterjaminan bahwa informasi disistem komputer hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang diotorisasi dan modifikasi tetap menjaga konsistensi dan keutuhan data di sistem.
  • Integritas (integrity).

Adalah keterjaminan bahwa sumber daya sistem komputer hanya dapat dimodifikasi oleh pihak-pihak yang diotorisasi.
  • Ketersediaan (availability).

Adalah keterjaminan bahwa susmber daya sistem komputer tersedia bagi pihakpihak yang diotorisasi saat diperlukan.

Tipe-tipe ancaman terhadap keamanan sistem dapat dimodelkan dengan memandang fungsi sistem komputer sebagai penyedia informasi. Berdasarkan fungsi ini, ancaman terhadap sistem komputer dapat dikategorikan menjadi empat ancaman, yaitu :

  • Interupsi (interuption).

Sumber daya sistem komputer dihancurkan atau menjadi tak tersedia atau tak berguna. Interupsi merupakan ancaman terhadap ketersediaan.
Contoh : penghancuran bagian perangkat keras, seperti harddisk, pemotongan kabel komunikasi.

  • Intersepsi (interception).

Pihak tak diotorisasi dapat mengakses sumber daya. Interupsi merupakan ancaman terhadap kerahasiaan. Pihak tak diotorisasi dapat berupa orang atau program komputer.
Contoh : penyadapan untuk mengambil data rahasia, mengetahui file tanpa diotorisasi.

  • Modifikasi (modification).

Pihak tak diotorisasi tidak hanya mengakses tapi juga merusak sumber daya. Modifikasi merupakan ancaman terhadap integritas.
Contoh : mengubah nilai-nilai file data, mengubah program sehingga bertindak secara berbeda, memodifikasi pesan-pesan yang ditransmisikan pada jaringan.

  • Fabrikasi (fabrication).

Pihak tak diotorisasi menyisipkan/memasukkan objek-objek palsu ke sistem. Fabrikasi merupakan ancaman terhadap integritas.
Contoh : memasukkan pesan-pesan palsu ke jaringan, penambahan record ke file.

PETUNJUK PENGAMANAN SISTEM.
Terdapat beberapa prinsip pengamanan sistem komputer, yaitu :

  • Rancangan sistem seharusnya publik.

          Keamanan sistem seharusnya tidak bergantung pada kerahasiaan rancangan mekanisme pengamanan. Mengasumsikan penyusup tidak akan mengetahui cara kerja sistem pengamanan hanya menipu/memperdaya perancang sehingga tidak membuat mekanisme proteksi yang bagus.
Dapat diterima.
        Skema yang dipilih harus dapat diterima secara psikologis. Mekanisme proteksi seharusnya tidak menganggu kerja pemakai dan memenuhi kebutuhan otorisasi pengaksesan. Jika mekanisme tidak mudah digunakan maka tidak akan digunakan atau digunakan secara tak benar.
  • Pemeriksaan otoritas saat itu.

         Sistem tidak seharusnya memeriksa ijin dan menyatakan pengaksesan diijinkan, serta kemudian menetapkan terus informasi ini untuk penggunaan selanjutnya. Banyak sistem memeriksa ijin ketika file dibuka dan setelah itu (operasi-operasi lain) tidak diperiksa. Pemakai yang membuka file dan lupa menutup file akan terus dapat walaupun pemilik file telah mengubah atribut proteksi file.
  • Kewenangan serendah mungkin.

          Program atau pemakai sistem seharusnya beroperasi dengan kumpulan wewenang serendah mungkin yang diperlukan untuk menyelesaikan tugasnya. Default sistem yang digunakan harus tak ada akses sama sekali.
  • Mekanisme yang ekonomis.

          Mekanisme proteksi seharusnya sekecil, sesederhana mungkin dan seragam sehingga memudahkan verifikasi. Proteksi seharusnya dibangun dilapisan terbawah. Proteksi merupakan bagian integral rancangan sistem, bukan mekanisme yang ditambahkan pada rancangan yang telah ada.

OTENTIFIKASI PEMAKAI.
         Kebanyakan proteksi didasarkan asumsi sistem mengetahui identitas pemakai. Masalah identifikasi pemakai ketika login disebut otentifikasi pemakai (user authentication).
Kebanyakan metode otentifikasi didasarkan pada tiga cara, yaitu :

  • Sesuatu yang diketahui pemakai, misalnya 
  1. Password.
  2. Kombinasi kunci.
  3. Nama kecil ibu mertua. Dan sebagainya. Sesuatu yang dimiliki pemakai, misalnya :
  • Badge.

  1. Kartu identitas.
  2. Kunci. Dan sebagainya.
  • Sesuatu mengenai (ciri) pemakai, misalnya :

  1. Sidik jari.
  2. Sidik suara.
  3. Foto.
  4. Tanda tangan.


Sumber : www.jarkom.4t.com

Enkripsi.

        Enkripsi adalah sebuah proses yang melakukan perubahan sebuah kode yang bisa dimengerti menjadi sebuah kode yang tidak bisa dimengerti (tidak terbaca). Enkripsi dapat diartikan sebagai kode atau chiper.

tiga kategori enkripsi, yaitu :

  1. Kunci enkripsi rahasia, artinya terdapat sebuah kunci yang digunakan untuk mengenkripsi dan juga sekaligus mendekripsikan informasi.
  2. Kunci enkripsi public, artinya dua kunci digunakan satu untuk proses enkripsi dan yang lain untuk proses dekripsi.
  3. Fungsi one-way, atau fungsi satu arah adalah suatu fungsi dimana informasi dienkripsi untuk menciptakan “signature” dari informasi asli yang bisa digunakan untuk keperluan autentikasi.

Bagaimana proses kerjanya?
Contoh Cara Enkripsi Data
         Selain berfungsi untuk melindungi file di PC Anda agar tidak bisa diakses oleh orang lain, cara enkripsi data ini bisa untuk melindungi flashdisk atau perangkat penyimpanan eksternal lainnya. Tool untuk melakukan enkripsi data yang akan digunakan pada pembahasan ini adalah TrueCrypt, aplikasi open-source gratis yang berfungsi pada Windows dan Linux. Pada dasarnya cara kerja TrueCrypt adalah menciptakan virtual hard drive yang akan mengenkripsi file on-the-fly. Apa maksudnya? Semua akan masuk akal setelah semuanya cara dan setting telah selesai. Let's get started.

Set up the encrypted volume location :
 Download, install dan jalankan TrueCrypt.
        Klik "Create Volume" untuk menjalankan “wizard” yang akan menyiapkan lokasi drive -> pilih "Create a Standard TrueCrypt Volume" dan klik “Next” -> klik "Select File" dan pilih lokasi dimana Anda akan menyimpan file terenkripsi Anda (perlu Anda ingat bahwa sebenarnya bukan file tersebut yang Anda enkripsi, tetapi Anda menciptakan sebuah kontainer berisi file yang ingin Anda enkripsi). -> klik Next.
Pilih algoritma enkripsi. Apabila Anda penasaran, Anda bisa melihat info setiap pilihan algoritma yang tersedia disini. Tetapi apabila tidak ingin report pilihan default AES bisa berfungsi dengan baik. -> klik Next -> pilih ukuran virtual drive sesuai keinginan Anda.
          Tentukan password. TrueCrypt memungkinkan Anda untuk membuat password yang sangat kuat, seperti 20 karakter perpaduan antara abjad dan angka, dan menjadikannya susah untuk di bobol.
Format "volume." Bagian ini cukup menarik: TrueCrypt akan mengumpulkan informasi secara acak dari sistem Anda—bahkan termasuk lokasi dari mouse pointer Anda—kemudian format lokasi drive dengan data acak tersebut untuk membuatnya lebih susah, bahkan tidak mungkin terbaca. -> klik “Format” untuk melanjutkan operasi ini. Proses ini akan memperlambat kinerja PC Anda. Dan yang perlu digaris bawahi adalah Anda tidak perlun khawatir dengan istilah “format” pada proses ini, karena “format” dalam TrueCrypt tidak berarti Anda menghapus semua data pada drive, Anda hanya memformat lokasi drive.
  
Enkripsi data Selesai! encrypted volume atau virtual drive container untuk file terenkripsi sudah siap. Sekarang Anda memiliki TruCrypt file yang bisa menyimpan semua data penting Anda dengan aman.

Sumber:
http://security-komputer.blogspot.com/
https://id.wikipedia.org/wiki/Keamanan_komputer
http://yanuardiiqbal93.blogspot.com/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar