Minggu, 20 Oktober 2013

Cash Flow

CASH FLOW
1.  PENGERTIAN
Cash flow ( aliran kas ) merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan, dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.
Hal utama yang perlu selalu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana / uang yang kita miliki, kita simpan atau investasikan. Secara sederhana fungsi itu terbagi menjadi tiga yaitu :
  • Pertama, fungsi likuiditas, yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal.
  • Kedua, fungsi anti inflasi, dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat.
  • Ketiga, capital growth, dana yang diperuntukkan untuk penambahan / perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang.
Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi menjadi tiga kelompok yaitu:
  1. Aliran kas awal ( Initial Cash Flow ) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan pengeluaran untuk kegiatan investasi misalnya; pembelian tanah, gedung, biaya pendahuluan dsb. Aliran kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar ( cash out flow ).
  2. Aliran kas operasional ( Operational Cash Flow ) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan operasional proyek seperti; penjualan, biaya umum, dan administrasi. Oleh sebab itu aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk ( cash in flow ) dan aliran kas keluar ( cash out flow ).
  3. Aliran kas akhir ( Terminal Cash Flow ) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa proyek ( nilai residu ) seperti sisa modal kerja atau nilai sisa proyek lainnya yaitu penjualan peralatan proyek.
2. KETERBATASAN
Cash flow mempunyai beberapa keterbatasan-keterbatasan antara lain:
  1. Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya yang bersifat tunai.
  2. Perusahaan hanya berpusat pada target yang mungkin kurang fleksibel
  3. Apabila terdapat perubahan pada situasi internal maupun eksternal dari perusahaan yang dapat mempengaruhi estimasi arus kas masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan, maka akan terhambat karena manager hanya akan terfokus pada budget kas, misalnya kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya customer dalam memenuhi kewajibanya.

3. MANFAAT
Adapun kegunaan dalam menyusun estimasi cash flow dalam perusahaan sangat berguna bagi beberapa pihak terutama manajemen, diantaranya :
  • Memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang berhubungan dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi yang menyebabkan perubahan kas.
  • Sebagian dasar untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa yang akan datang dan memperkirakan jangka waktu pengembalian kredit.
  • Membantu menager untuk mengambil keputusan kebijakan finansial.
  • Untuk kreditur dapat melihat kemampuan perusahaan untuk membayar kredit yang diberikan kepadanya
4. LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN
Ada empat langka dalam penyusunan cash flow, yaitu :
  1. Menentukan minimum kas
  2. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran
  3. Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi defisit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga.
  4. Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi finansial dan budget kas yang final.
Cash flow memuat tiga bagian utama, yang terdiri dari:
  • Cash in flow, pada bagian ini mengidentifikasi sumber-sumber dana yang akan diterima , jumlah dananya dan waktu dalam periode tersebut, yang akan dihasilkan berupa penjualan tunai, penjualan kredit yang akan menjadi piutang, hasil penjualan aktiva tetap dan penerimaan lainnya. Perincian kas ini terdiri dari dua sifat, yaitu kontinyu dan intermitan.
  • Cash out flow, pada bagian ini berhubungan dengan pengidentifikasian semua kas yang sudah diantisipasi, antara lain pembelian barang dagang baku, pembayaran hutang, upah, administrasi, dan pengeluaran lainnya. Cash out flow juga punya dua sifat yang sama yaitu kontinyu dan intermitan
  • Financing ( pembiayaan ), pada bagian ini menunjukan besarnya net cash flow dan besarnya kebutuhan dana jika terjadi defisit.
Pada laporan arus kas juga terdapat beberapa kegiatan ( aktivitas ) yang dibagi menjadi :




Format penyusunan laporan arus kas ( Cash Flow ) :


5. CONTOH SOAL
Berikut merupakan beberapa catatan transaksi dari Ray Neal yang membuka sebuah perusahaan layanan computer bernama “Softbyte” pada September 2005 :

Kemudian kita buat neraca dari transaksi – transaksi tersebut :

Selanjutnya dibuat laporan pendapatannya sebagai berikut :

Dan akhirnya akan didapat hasil dari laporan arus kas perusahaan :














 

   
Contoh:
Pencatatan akuntansi PT.Media berakhir 31 Des 2007a.
beban gaji Rp. 104.000.000b.
pendapatan bunga Rp.8.000.000c.
hasil dari pengeluaran/penerbitan saham biasa Rp. 31.000.000d.
pengumuman dan pembayaran dividen kas Rp. 22.000.000e.
hasil penagihan piutang bunga Rp. 7.000.000f.
pembayaran gaji Rp. 110.000.000g.
penjualan kredit Rp. 358.000.000h.
memberi pinjaman untuk perusahaan lain Rp. 42.000.000i.
Hasil penjualan aktiva tetap Rp.18.000.000 termasuk didalamnyakerugian Rp.1.000.000j.
Penerimaan penagihan piutang pelangganRp. 369.000.000k.
Hasil uang dari pendapatan dividen atas investasi sahamRp.3.000.000l.
Pembayaran kepada pemasok Rp. 319.000.000m.
Penjualan tunaiRp. 92.000.000 n.
Beban penyusutan Rp. 32.000.000o.
Hasil dari pengeluaran utang jangka pendek Rp. 38.000.000p.
Pembayaran utang jangka panjang Rp.57.000.000q.
Beban dan pembayaran bunga Rp. 11.000.000r.
Hasil penagihan pinjaman Rp. 51.000.000s.
Hasil dari penjualan investasi Rp.22.000.000 termasuk keuntunganRp13.000.000t.
Beban amortisasi Rp. 5.000.000u.
Pembelian persediaan secara kredit Rp. 297.000.000v.
Beban dan pembayaran pajak penghasilan Rp. 16.000.000w.
Pembayaran uang kas Rp.83.000.000 untuk membeli aktiva tetapx.
HPP Rp. 284.000.000y.
Nilai sisa kas 31 Des 2006 Rp.83.000.000 dan31 des 2007 Rp. 54.000.000

Cash Flow Diagram: The Basic Concept
A cash flow diagram allows you to graphically depict the timing of the cash flows as well as their nature as either inflows or outflows.
Such a diagram is very easy to construct. We start with a simple horizontal time line....
...and then add arrows to represent the inflows (arrows pointing from the line) or outflows (arrows pointing to the line) of cash ...
Although this concept seems simple enough, it is not without controversy. My use of arrows differs from that used by some financial textbooks. In these texts you'll often find that an "up" arrow represents money received and a "down" arrow money paid out.
However, I like to think of the time line as a "stream" and as time goes on, you either put money into the stream or you take money out of the stream. The money you put into the stream is an outflow represented by an arrow pointing to the stream: the money is flowing out from you into the stream. The money you take out of the stream is an inflow represented by an arrow pointing away from the stream: the money is flowing out from the stream in to you.
If you find this confusing then it may be comforting to know that in the overall scheme of things I don't think how you draw your arrows really matters. Just as long as you understand what they represent.
However, be aware that on this site the diagrams will always be drawn in accordance with my "stream" metaphor.
The "Stream" Metaphor: Check your Understanding
Which of the following diagrams does not represent an initial cash inflow followed by four cash outflows? Click the radio button next to your choice to confirm the answer.
1.  
2.  
3.  
4.  
5.  
Perspective: A Practical Example
There are always two sides to a financial transaction: a borrower and a lender; a buyer and a seller; an investor and an investment.
You should keep in mind the dual nature of financial transactions when drawing a cash flow diagram. From who's perspective will it be drawn?
The example of a mortgage can illustrate this issue. From the borrower's perspective the transaction consists of a large cash inflow followed by a series of smaller cash outflows. The situation is exactly reveresed for the lender:
Note that the calculated amounts (present or future value , payment amount, interest rate, number of periods) will be the same regardless of the perspective from which the cash flow diagram is drawn. It simply helps in understanding and describing the problem to be conscious of the perspective from which it is viewed.
Also note that the angled line at the right end of the time line above is used to represent a continuation of time (and in this case also of payments) that cannot be shown because of space limitations.
Illustrating Interest Payments
The rule regarding how interest payments are illustrated is fairly flexible: sometimes I include interest payments in a cash flow diagram and sometimes I don't. Normally I don't.
I typically include interest payments when they help contrast the difference between two alternatives. For example, when we are comparing an investment with monthly compounding to one with quarterly compounding:
However, in most cases including the interest payments in the drawing does more harm than good; they end up confusing a diagram whose primary purpose is to provide a simplified respresentation of a complex problem:
If you think the drawing above is messy, imagine how you would draw a diagram to depict daily compounding. Or worse, continuous compounding.
So the rule of thumb regarding the inclusion of interest payments in a cash flow diagram is this: in general interest payments are presumed and not shown. Only when illustration of the interest payments serves a specific purpose should they be included in the diagram.
Enhancing the Cash Flow Diagram
Now that we know how to draw cash flows, we can embellish our diagram to make it more useful.
In general we want to add labels to our diagram but only to the point that they are helpful. Keep in mind that the purpose of the diagram is to illustrate a complex financial transacation as concisely as possible. Adding too much information only confuses the issue.
Here are some ideas for labels to include in a cash flow diagram:

  • Include the dollar amout for each inflow or outflow where possible; for annuities with large periodic payments, you may want to indicate the payment amount only once.
  • Identify an unkown value with a question mark and its name (e.g., "? PV" for an unknown present value). On this site unknown values are shown in red.
  • Use an arrow line from one cashflow to another cashflow to show an accumulation,discounting, or amortization.
  • Include the interest rate on the accumulation or discount line and show the compounding frequency.
  • Label the time increment (e.g., years, months, etc.).
  • Add consise text labels to explain things not evident in the diagram.
Here are some examples:
Ex 1. What is the present value of $10 to be paid in 3 years at 5% componded monthly?
In order to be clear it always helps to add the appropriate units to the time line (e.g., years). You should also label the interest rate i with the compounding frequency.
Ex 2. From the borrower's perspoective, what is the interest rate charged on a loan of $100 that requires four annual payments of $27 using annual compounding.
This example is an amortization of a loan and you need to find the interest rate i. Specifying $0 as the future value is optional.
Ex 3. How many years will it take for $10 to grow to $20 at 8% componded monthly?
Here n is the unknown so you value time units in reference to their relative relationship with n.
Final Thought
Don't ever discount the value of a graphic. (No pun intended.)
Its purpose is to illustrate a complex situation as succinctly as possible. If you can illustrate a complex problem concisely and precisely, you are better able to focus on its solution.
I know some people who consider it childish to draw pictures. Yet when I was at Ernst & Young, we made a lot of money conveying complex tax and financial strategies to high-level executives, almost always with the aid of graphics. There is no shame in drawing a picture to help solve a problem.

The Statement of Cash Flows
Statement of Cash Flow
Tinjauan Histori (Historical Perspective)
Pada tahun 1971 APB mengeluarkan Opinion no 19 yang mensyaratkan disertakannya Fund Statement bersama-sama dengan balance sheet dan income statement yang lebih tradisional.
Secara histori laporan seperti itu disebut Laporan Dana (fund statement).
Kemudian APB menginginkan laporan yang lebih lengkap atas semua perubahan posisi keuangan suatu entitas sehingga direkomendasikan Laporan Perubahan Posisi Keuangan (statement of changes in financial position).
Sebagaimana ditunjuk sebelumnya FASB telah merekomendasikan penggantian fund statement, dengan sejumlah pengertian dana yang didefinisikan dalam berbagai cara yaitu disebut dengan Laporan Arus Kas (statement of cash flow)
Statement of cash flow dimaksudkan:
• Untuk memberikan ikhtisar cash inflow dan cash outflow untuk suatu periode.
• Menjelaskan perubahan pada cash atau cash equivalent dalam periode tertentu
Tujuan Laporan Arus Kas (Purposes of a Statement of Cash Flows)
Tujuan utama statement of cash flow yaitu menyediakan informasi yang relevan mengenai cash masuk dan cash keluar suatu entitas pada periode waktu tertentu.
Tujuan keduanya adalah memberikan informasi dasar cash mengenai aktivitas operasi, investasi dan keuangan.
Menurut FASB, informasi yang diberikan dalam suatu statement of cash flow, jika dipakai dengan pengungkapan yang berkaitan dan financial statement lain, harus membantu investor, kreditor dan pihak lain untuk:
1. Menilai kemampuan perusahaan menghasilkan cash flow bersih masa depan
2. Menilai kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya, kemampuannya membayar dividend, dan kebutuhannya untuk pendanaan ekstern.
3. Menilai alasan perbedaan antara net income dan penerimaan serta pembayaran cash yang berkaitan.
4. Menilai pengaruh pada posisi keuangan suatu perusahaan dari transaksi investasi dan pendanaan kas dan non kasnya selama suatu periode.
Alasan-alasan kenapa Statement of Cash Flow diperlukan:
1. Kadang kala net income tidak memberikan gambaran yang akurat tentang kinerja sebuah perusahan pada periode tertentu
2. Menginformasikan semua kegiatan operasi, investasi dan pendanaan dalam satu laporan
3. Sebagai alat peramalan 􀃆 memprediksikan statement of cash flow di masa mendatang jika planning dari operasi, investasi dan pendanaan dilaksanakan.
The Statement of Cash Flows
Kas Ekuivalen (Cash Equivalen)
Dasar yang direkomendasikan oleh FASB untuk statement of cash flow sebenarnya adalah cash dan cash equivalen.
Statement of cash flow menjelaskan perubahan selama periode cash dan cash equivalen – jangka pendek, investasi yang sangat likuid yang dapat diubah dengan mudah menjadi cash.
Untuk memenuhi syarat sebagai cash equivalen (investasi jangka pendek), perkiraan harus :
• Dengan mudah (siap) dikonversi menjadi cash, dan
• Begitu dekat dengan jatuh temponya sehingga hal itu menimbulkan resiko perubahan tingkat bunga yang tidak berarti.
Contoh equivalen cash adalah surat berharga, kertas komersial, dan dana pasar uang yang dibeli secara tunai yang melebihi kebutuhan sekarang.
Klasifikasi Utama Arus Kas (Major Classifications of Cash Flows)
Dalam statement of cash flow, penerimaan dan pengeluaran kas diklasifikasikan sesuai 3 kategori utama yaitu:
• Kegiatan Operasi (Operating Activities)
• Kegiatan Investasi (Investing Activities)
• Kegiatan Keuangan (Financial Activities)
Major Classifications of Cash Flows
Activities
Cash Receipts from
Cash payments for
Operating Activities
Sale of goods or services
Sale of trading securities
Interest revenue
Dividend revenue
Inventory purchases
Wages and salaries
Taxes
Interest expense
Other expenses (utilities, rent)
Purchase of trading securities
Investing Activities
Sale of plant assets
Sale of a business segment
Sale of nontrading securities
Collection of principal on loans
Purchases of plant assets
Purchase of nontrading securities
Making loans to other entities
Financing Activities
Issuance of stock
Borrowing (bonds, notes, mortgages)
Cash dividends
Repayment of loans
Repurchases of stock (treasury stock)
Operating Activities
Yang termasuk Operating Activities yaitu transaksi dan kejadian yang berhubungan dengan penentuan net income.
Penerimaan cash yang berasal dari penjualan barang-barang atau dari layanan jasa merupakan cash inflow yang paling utama dari kebanyakan perusahaan.
Penerimaan cash lainnya dapat berasal dari interest, dividends, dan perkiraan-perkiraan yang sejenis.
Cash outflow yang paling utama meliputi pembayaran untuk purchases inventory dan pembayaran wages, taxes, interest, utilities, rent dan similar expenses.
The Statement of Cash Flows
Investing Activities
Yang termasuk investing activities yaitu purchases dan sale of land, buildings, equipment, dan other assets yang secara umum disimpan tidak untuk dijual.
Sebagai tambahan, yang tidak termasuk investing activities yaitu meliputi purchase dan sale of financial instruments untuk tujuan trading.
Financial Activities
Meliputi transaksi dan kejadian-kejadian yang berhubungan dengan cash yang di terima dari atau dibayar ke owners (equity financing) dan creditors (debt financing).
Sebagai contoh, cash yang dihasilkan dari penerbitan stock atau bonds, akan diklasifikasikan sebagai financing activities.
Kegiatan Investasi dan Keuangan Non Kas (Noncash Investing and financing Activities)
Ada beberapa investing and financing activities yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan, tetapi ada yang tidak mempengaruhi posisi cash flow perusahan selama periode itu.
Contoh:
• Pembelian Equipment dengan notes payable, atau
• Land diperoleh dengan menerbitkan stock.
Jika transaksi seperti itu terjadi selama periode bersangkutan dan pengaruhnya cukup berarti, maka harus dilaporkan dalam skedul terpisah yang menyertai statement of cash flow.
Pelaporan Arus Kas (Reporting Cash Flows)
Format umum untuk Statement of cash flow
Cash provided by (or used in):
Operating activities xxx
Investing activities xxx
Financing activities xxx +
Net increase (decrease) in cash and cash equivalents xxx
Cash and cash equivalents at beginning of year xxx +
Cash and cash equivalents at end of year xxx
Ada 2 metode yang dapat digunakan dalam menghitung dan melaporkan jumlah cash bersih dari Operating activities, yaitu:
• Metode tidak langsung (Indirect method)
• Metode langsung (Direct method)
Metode yang paling populer digunakan pada pelaporan financial statement adalah indirect method
Indirect method
Dimulai dengan net income yang dilaporkan pada income statement dan penyesuaian jumlah akrual untuk perkiraan-perkiraan yang tidak berdampak pada cash flow.
The Statement of Cash Flows
Direct Method
Tidak dimulai dari net income, tetapi menitikberatkan pada analisis dampak cash dari operating activities dan melaporkan total cash yang dibayarkan dan yang diterima untuk masing-masing aktivitas utama.
Metode tidak langsung – Pelaporan Arus kas dari Operasi (The Indirect Method of Reporting Cash Flow From Operations)
Ada 3 type dasar penyesuaian yang diidentifikasikan sebelumnya (noncash items, gains and losses, and current operating accounts) dijelaskan pada bagian berikut ini yaitu :
1. Adjusments for Noncash Income Statement Items
2. Adjusments for Gains and losses from sale of Assets
3. Adjusments for changes in Current Operating Accounts
1. Changes in Current Operating Assets Accounts
2. Changes in Current Operating Liability Accounts
Ikhtisar prosedur penentuan net cash flow dari operating activites memakai indirect method :
Net income yang dilaporkan pada income statement
XXX
Penyesuaian untuk perkiraan noncash
+ Depreciation
XXX
+ amortization of intangible assets
XXX
+/- Other noncash items included in net income
XXX
XXX
Penyesuaian untuk gains and losses:
- gains on sales of assets
XXX
+ Losses on sales of assets
XXX
XXX
Penyesuaian untuk perubahan perkiraan operasi yang berjalan
- Increase in current operating assets accounts (kecuali kas dan kas equivalen)
XXX
+ Decrease in current operating assets accounts (kecuali kas & kas equivalen)
XXX
+ Increase in current operating liability accounts
XXX
- Decrease in current operating liablity accounts
XXX
XXX
Net cash provided by (used in) operating activities
XXX
Penyiapan Laporan Arus Kas (Preparing a Statement of Cash Flow)
Empat langkah secara umum yang disiapkan untuk statement of cash flow yaitu:
1. Tentukan perubahan cash (meliputi cash equivalen)
2. Tentukan cash bersih dari operating activities
3. Tentukan cash bersih dari investing and financial activities
4. Siapkan format statement of cash flow
The Statement of Cash Flows
Ilustrasi – Indirect Method
PT Anugerah Sentosa
Comparative Balance Sheet
Des 31, 1998 and 1999
Description
1999
1998
Assets
Cash and cash equivalents
164.000.000
80.000.000
Account Receivable
360.000.000
300.000.000
Inventory
340.000.000
400.000.000
Equipment
400.000.000
280.000.000
Accumulated depreciation
(144.000.000)
(120.000.000)
Total assets
1.120.000.000
940.000.000
Liabilities and Stockholders’ Equity
Accounts Payable
200.000.000
160.000.000
Long-term notes payable
200.000.000
100.000.000
Common Stock
500.000.000
500.000.000
Retained Earnings
220.000.000
180.000.000
Total Liabilities and Stockholders’ Equity
1.120.000.000
940.000.000
PT Anugerah Sentosa
Income Statement
For the year ended Dec 31, 1999
Sales Revenue
690.000.000
Cost of goods sold
240.000.000
Gross margin
450.000.000
Expenses:
Selling and general expenses
116.000.000
Depreciation
80.000.000
Interest expense
4.000.000
200.000.000
Operating income
250.000.000
Gain from sale of equipment
10.000.000
Income before income taxes
260.000.000
Income tax expense
60.000.000
Net income
200.000.000
Informasi Tambahan:
• Equipment dengan harga perolehan (Cost) sebesar Rp 60.000.000, dengan nilai buku (book value) sebesar Rp 4.000.000, telah dijual seharga Rp 14.000.000 selama tahun tersebut.
• Laba ditahan (Retained Earning) dipengaruhi hanya oleh net income dan pembayaran cash dividend selama tahun tersebut.
The Statement of Cash Flows
Langkah-langkah penyelesaian terdiri dari:
1. Buat Format Statement of Cash Flow
2. Hitung Selisih berdasarkan Comparative Balance Sheet
3. Masukan Kenaikan/Penurunan Cash and Cash Equivalen dan Cash & Cash Equivalen awal dan akhir
Net increase (decrease) in cash and cash equivalents xxx
Cash and cash equivalents at beginning of year xxx +
Cash and cash equivalents at end of year xxx
4. Analisis Additional Information
5. Analisis perkiraan-2 Balance Sheet (khusus perkiraan-2 yang sudah di analisis pada additional
information dan cash and cash equivalent, tdk perlu dianalisis lagi)
6. Lengkapi seluruh statement of Cash Flow
1. Buat Format Statement of Cash Flow
Format Statement of Cash Flow
Cash flows from operating activities
Net Income xxx
Penambahan: xxx
Pengurangan: xxx +
Net cash provided by operating activities xxx
Cash flows from Investing activities
Penambahan: xxx
Pengurangan: xxx +
Net cash provided by investing activities xxx
Cash flows from financing Investing
Penambahan: xxx
Pengurangan: xxx +
Net cash provided by financing activities xxx +
Net increase/decrease in cash and cash equivalents xxx
Cash and cash equivalents at beginning of year xxx +
Cash and cash equivalents at end of year xxx
The Statement of Cash Flows
2. Hitung Selisih berdasarkan Comparative Balance Sheet
(ribuan Rp)
Assets
1999
1998
Selisih
Cash and cash equivalents
164.000
80.000
84.000
Account Receivable
360.000
300.000
60.000
Inventory
340.000
400.000
(60.000)
Equipment
400.000
280.000
120.000
Accumulated depreciation
(144.000)
(120.000)
(24.000)
Total assets
1.120.000
940.000
Liabilities & SH.E.
1999
1998
Selisih
Accounts Payable
200.000
160.000
40.000
Long-term notes payable
200.000
100.000
100.000
Common Stock
500.000
500.000
0
Retained Earnings
220.000
180.000
40.000
Total Liabilities & S.H.E
1.120.000
940.000
3. Masukan Kenaikan/Penurunan Cash and Cash Equivalen dan Cash & Cash Equivalen awal dan akhir
Statement of Cash Flow
Cash flows from operating activities
Net Income xxx
Penambahan: xxx
Pengurangan: xxx +
Net cash provided by operating activities xxx
Cash flows from Investing activities
Penambahan: xxx
Pengurangan: xxx +
Net cash provided by investing activities xxx
Cash flows from financing Investing
Penambahan: xxx
Pengurangan: xxx +
Net cash provided by financing activities xxx +
Net increase/decrease in cash and cash equivalents 84.000.000
Cash and cash equivalents at beginning of year 80.000.000+
Cash and cash equivalents at end of year 164.000.000
The Statement of Cash Flows
4. Analisis Additional Information
• Equipment dengan harga perolehan (Cost) sebesar Rp 60.000.000, dengan nilai buku (book value) sebesar Rp 4.000.000, telah dijual seharga Rp 14.000.000 selama tahun tersebut.
Pelepasan (penjualan) equipment akan mempengaruhi perkiraan Equipment, dan juga perkiraan Accumulated Depreciation.
Analisis Perkiraan Equipment
Langkah 1
Saldo awal : 280.000.000 (1) (Balance Sheet)
Penjualan : 60.000.000 – (3) dicatat sebesar Cost
220.000.000 (4)
Pembelian : 180.000.000 + (5) (pembelian equipment)
Saldo akhir : 400.000.000 (2) (Balance Sheet)
Saldo awal perkiraan Equipment Rp 280.000.000, penjualan equipment sebesar Rp 60.000.000, berarti saldo Equipment menjadi Rp 220.000.000.
Saldo akhir Equipment yang dilaporkan sebesar Rp 400.000.000, yang berarti terjadinya peningkatan Equipment sebesar Rp 180.000.000 (dari 220 juta menjadi 400 juta). Peningkatan tersebut berarti perusahaan telah melakukan transaksi pembelian Equipment dengan nilai 180 juta.
Langkah 2
Year
Depr. Exp
Accu. Depr.
Book Value
60.000.000
(1)
56.000.000
(3)
4.000.000
(2)
Dijual
14.000.000
(4)
Gain
10.000.000
(5)
Dari analisis di atas, dapat diikhtisarkan bahwa:
1. Penjualan equipment yang cost-nya sebesar Rp 60.000.000 dijual dengan harga Rp 14.000.000 merupakan cash flow from investing activities dan tergolong cash inflow.
2. Pembelian equipment yang baru dengan cost sebesar Rp 180.000.000 merupakan cash flow from investing activities dan tergolong cash outflow.
3. Keuntungan dari penjualan equipment sebesar Rp 10.000.000 merupakan Cash flow from operating activities dan tergolong cash outflow.
Atau dalam bentuk tabel menjadi:
Description Activity Inflow/Outflow Nilai
Penjualan Equipment Investing Inflow 14.000.000
Keuntungan penjualan (Gain) Operating Outflow 10.000.000
Pembelian Equipment Investing Outflow 180.000.000
The Statement of Cash Flows
Langkah 3
Analisis Perkiraan Accumulative Depreciation
Saldo awal : 120.000.000 (1) (Balance Sheet)
Penghapusan : 56.000.000 – (3) Lihat Tabel penyusutan
64.000.000 (4)
Depreciation : 80.000.000 + (5) (depr. Expense tahun berjalan)
Saldo akhir : 144.000.000 (2) (Balance Sheet)
1. Saldo awal perkiraan accumulated depreciation sebesar Rp 120.000.000, penghapusan accumulated depreciation sebesar Rp 56.000.000 akibat terjadinya penjualan, berarti saldo accumulated depreciation menjadi sebesar Rp 64.000.000.
2. Saldo akhir accumulated depreciation sebesar Rp 144.000.000, berarti terjadi peningkatan sebesar Rp 80.000.000 (dari 64 juta ke 144 juta). Peningkatan tersebut merupakan depreciation expense pada tahun berjalan.
Dari analisis di atas, dapat diikhtisarkan bahwa:
1. Depreciation expense untuk tahun berjalan sebesar Rp 80.000.000 termasuk Cash flow from operating activities dan tergolong cash inflow.
Atau dalam bentuk tabel menjadi
Description Activity Inflow/Outflow Nilai
Depreciation Expense Operating Inflow 80.000.000
Bentuk pelaporan pada Statement of Cash Flow
Cash flow from operating activities
Depreciation expense 80.000.000
Gain on sale of equipment (10.000.000)
Cash Flow from investing activities
Penjualan equipment 14.000.000
Pembelian equipment baru (180.000.000)
• Laba ditahan dipengaruhi hanya oleh net income dan pembayaran cash dividend selama tahun tersebut.
Net income and cash dividends mempengaruhi perkiraan Retained Earning
Langkah 1
Saldo awal : 180.000.000 (1) (Balance Sheet)
Net Income : 200.000.000 + (3) (income statement)
380.000.000 (4)
Dividends : 160.000.000 - (5)
Saldo akhir : 220.000.000 (2) (Balance Sheet)
The Statement of Cash Flows
1. Saldo awal retained earning sebesar Rp 180.000.000, penambahan net income sebesar Rp 200.000.000. Berarti saldo retained earning menjadi Rp 380.000.000.
2. Saldo akhir retained earning sebesar Rp 220.000.000. Berarti terjadi penurunan sebesar Rp 160.000.000 (380.000.000 – 220.000.000). Penurunan tersebut untuk pembayaran dividends cash. (sesuai yang diminta oleh soal)
Dari analisis di atas, dapat dikhtisarkan bahwa:
1. Net income sebesar Rp 200.000.000 merupakan cash flow dari kegiatan operasi yang tergolong cash inflow
2. Dividends sebesar Rp 160.000.000 merupakan arus kas dari kegiatan keuangan yang tergolong cash outflow.
Cash Flow from operating activities
Net income 200.000.000
Cash Flow from financial activities
Pembayaran dividends 160.000.000
Atau dalam bentuk tabel:
Description Activity Inflow/Outflow Nilai
Net Income Operating Inflow 200.000.000
Dividends Cash Financing Outflow 160.000.000
Dari analisis di atas, perkiraan-perkiraan Balance Sheet yang telah di analisis yaitu:
1. Equipment
2. Accumulated Depreciation Equipment
3. Retained Earning
5. Analisis perkiraan-2 Balance Sheet (khusus perkiraan-2 yang sudah di analisis pada additional information dan cash and cash equivalent, tdk perlu dianalisis lagi)
• Account Receivable
Account receivable (A.R) mengalami kenaikan sebesar Rp 60.000.000
Kenaikan A.R merupakan cash flow from operating activities dan tergolong cash outflow
Description Activity Inflow/Outflow Nilai
Kenaikan Account Receivable Operating Outflow 60.000.000
• Inventory
Inventory mengalami penurunan sebesar Rp 60.000.000
Penurunan inventory merupakan cash flow from operating activities dan tergolong cash inflow.
Description Activity Inflow/Outflow Nilai
Penurunan Inventory Operating Inflow 60.000.000
The Statement of Cash Flows
• Accounts Payable
Accounts Payable (A.P) mengalami kenaikan sebesar Rp 40.000.000
Kenaikan (A.P) merupakan cash flow from operating activities dan tergolong cash inflow.
Description Activity Inflow/Outflow Nilai
Kenaikan Account Payable Operating Inflow 40.000.000
• Long term notes payable
Long Term notes payable mengalami kenaikan sebesar Rp 100.000.000
Kenaikan Long Term notes payable termasuk cash flow from financing activities dan tergolong cash inflow
Description Activity Inflow/Outflow Nilai
Kenaikan Long term Note Payable Operating Inflow 100.000.000
The Statement of Cash Flows
6. Lengkapi seluruh statement of Cash Flow
PT Anugerah Sentosa
Statement of Cash Flows (Indirect Method)
For the year Ended Dec 31, 1999
Cash flows from operating activities
Net Income
200.000.000
Adjusments:
Deoreciation expense
80.000.000
Decrease in inventory
60.000.000
Increase in accounts payable
40.000.000
Gain on sale of equipment
(10.000.000)
Increase in account receivable
(60.000.000)
Net cash provided by operating activities
310.000.000
Cash flows from investing activities
Sale of equipment
14.000.000
Purchase of equipment
(180.000.000)
Net cash uses in investing activities
(166.000.000)
Cash flows financing activities
Payment of dividends
(160.000.000)
Increase in long-term notes payable
100.000.000
Net cash used in financing activities
(60.000.000)
Net increase in cash and cash equivalents
84.000.000
Cash and cash equivalents at beginning of year
80.000.000
Cash and cash equivalents at end of year
164.000.000
Metode Langsung
(Penentuan Arus kas dari kegiatan Operasi)
Tidak seperti indirect method, direct method menentukan cash flow dari operasi tidak dimulai dari net income, tapi langsung melaporkan total cash masuk dan total cash keluar untuk masing-masing kategori utama operating activities.
Cash flow masuk biasanya meliputi penerimaan cash dari:
• Penjualan barang atau jasa
• Beberapa aktivitas sampingan (peripheral)
• Badan pemerintah untuk pajak
• Pemberi pinjaman untuk beban bunga
• Penyedia jasa untuk item-item sewa dan utiliti.
Untuk menentukan jumlah ini, masing-masing transaksi cash dapat dianalisis sebagian untuk memperoleh total penerimaan dan pengeluaran cash untuk masing-masing kategori.
Biasanya bagaimanapun juga, data ringkasan disediakan pada financial statement dapat dianalisis untuk mengkonversi dasar akrual pendapatan dan beban ke penerimaan dan pembayaran cash.
Tidak ada penyesuaian untuk perkiraan noncash, seperti penyesuaian, yang memenuhi persyaratan direct method, karena hanya kejadian cash yang dilaporkan.
The Statement of Cash Flows
Illustrasi – Direct Method
Penentuan cash flow from operating activities jika dengan direct method dapat di lihat di bawah ini, di mana contoh yang dipakai adalah dari contoh di atas yaitu PT Anugerah Sentosa.
Langkah-langkah penyelesaian (khusus operating activities)
1. Analisis setiap perkiraan yang berhubungan dengan cash berdasarkan income statement:
1. Tentukan jumlah cash yang diterima
2. Tentukan jumlah cash yang dibayar
2. Lengkapi statement of cash flow
Penentuan jumlah cash yang diterima dari customers
Dasar Akrual
Lihat Income Statement
Penyesuaian
Lihat Balance sheet
Dasar Kas
Sales = 690.000
+ Acc. Rec. Awal = 300.000
- Acc. Rec. Akhir = 360.000
Cash yang diterima dari customer = 630.000
Penentuan Jumlah Cash yang dibayar untuk Inventory
Dasar Akrual
Lihat Income Statement
Penyesuaian
Lihat Balance sheet
Dasar Kas
Cost of goods sold
= 240.000
+ Ending inventory
= 340.000
- Beginning inventory
= (400.000)
+ Beginning account payable
= 160.000
- Ending account payable
= (200.000)
kas yang dibayar untuk pembelian inventory
= 140.000
Catatan:
Untuk operating expenses sebesar Rp 116.000.000 (diluar depreciation and interest) tidak memerlukan penyesuaian, karena tidak berhubungan dengan saldo current assets atau current liabilities pada periode ini.
Hal yang sama juga untuk interest expense and income tax expense. Dengan demikian, pembayaran cash meliputi:
• Operating expenses sebesar Rp 116.000.000
• Interest sebesar Rp 4.000.000
• Income taxes sebesar Rp 60.000.000
Sebagai catatan tambahan, tidak ada adjustment yang diperlukan untuk item noncash, seperti depreciation expense sebesar Rp 80.000.000 dan gain sebesar Rp 10.000.000, karena memakai direct method.
Penentuan Jumlah Cash yang dibayar untuk Operating Expense
Dasar Akrual
Lihat Income Statement
Penyesuaian
Lihat Balance sheet
Dasar Kas
Selling & general Exp.
= 116.000
Tidak ada Penyesuaian
(no selling & general payable account)
kas yang dibayar untuk operating exp =. 116.000
The Statement of Cash Flows
Penentuan Jumlah Cash yang dibayar untuk Interest Expense
Dasar Akrual
Lihat Income Statement
Penyesuaian
Lihat Balance sheet
Dasar Kas
Interest Expense = 4.000
Tidak ada
(no interest payable account)
kas yang dibayar untuk interest exp =. 4.000
Penentuan Jumlah Cash yang dibayar untuk Income Tax Expense
Dasar Akrual
Lihat Income Statement
Penyesuaian
Lihat Balance sheet
Dasar Kas
Income Tax Expense
= 60.000
Tidak ada
(no income tax payable account)
kas yang dibayar untuk Income Tax exp =. 60.000
Berdasarkan analisis diatas, bagian operating activities statement of cash flow untuk PT Anugerah Sentosa, menggunakan direct method, adalah sebagai berikut:
PT Anugerah Sentosa
Partial Statement of Cash Flows (Direct Method)
For the year Ended Dec 31, 1999
Cash flows from operating activities
Cash receipts from customers
630.000.000
Cash payment for:
Inventory
140.000.000
Operating expenses
116.000.000
Interest
4.000.000
Income taxes
60.000.000
320.000.000
Net cash provided by operating activities
310.000.000
Sebagai catatan, bahwa jumlah cash yang disediakan oleh operations, adalah sebesar Rp 310.000.000 adalah sama dengan jumlah yang ditentukan dengan memakai indirect method.
Sedangkan untuk investing and financial activities dilaporkan sama dengan indirect method.
The Statement of Cash Flows
Lengkapi seluruh statement of Cash Flow
PT Anugerah Sentosa
Statement of Cash Flows (Direct Method)
For the year Ended Dec 31, 1999
Cash flows from operating activities
Cash receipts from customers
630.000.000
Cash payment for:
Inventory
140.000.000
Operating expenses
116.000.000
Interest
4.000.000
Income taxes
60.000.000
320.000.000
Net cash provided by operating activities
310.000.000
Cash flows from investing activities
Sale of equipment
14.000.000
Purchase of equipment
(180.000.000)
Net cash uses in investing activities
(166.000.000)
Cash flows financing activities
Payment of dividends
(160.000.000)
Increase in long-term notes payable
100.000.000
Net cash used in financing activities
(60.000.000)
Net increase in cash and cash equivalents
84.000.000
Cash and cash equivalents at beginning of year
80.000.000
Cash and cash equivalents at end of year
164.000.000



 Referensi
http://www.scribd.com/doc/49530574/Contoh-soal-cash-flow
http://www.frickcpa.com/tvom/tvom_cashflowdiagram.asp
repository.binus.ac.id/content/A0056/A005643153.pdf










Ruang Lingkup Ekonomi Teknik

A.    Pengertian ekonomi
Ekonomi  adalah salah satu ilmu sosial yang mempelajari  beberapa aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa.  Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya.
Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.
Ada 3 hal pokok yang ada dalam perekonomian:
1. Produksi
2. Konsumsi
3. Perdagangan
Sistem PerekonomianMenurut Dumairy (1966), Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suat tatanan kehidupan, selanjutnya dikatakannya pula bahwa suatu sistem ekonomi tidaklah harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan falsafah, padangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak.


B.     Macam-macam sistem ekonomi
1. Sistem Perekonomian Kapitalisme,
yaitu sistem ekonomi yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan menjual barang dan sebagainya. Dalam sistem perekonomian kapitalis,semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba yang sebesar besarnya.
2. Sistem perekonomian sosialisme,
yaitu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi, tetapi dngan campur tangan pemerintah.Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
3. Sistem Perekonomian komunisme,
adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber2x kegiatan perekonomian.Setiap orang tak boleh memiliki kekayaan pribadi. Sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah.Semua unit bisnis. mulai dari yang kecil hingga yng besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan Pemerataan Ekonomi dan kebersamaan
4. Sistem Ekonomi Merkantilisme,
yaitu suatu sistem politik ekonomi yang sangat mementingkan perdagangan internasional dengan tujuan memperbanyak aset& modal yang dimiliki negara.
5. Sistem Perekonomian Fasisme,
yaitu paham yang mengedepankan bangsa sendiri dan memandang rendah bangsa lain, dengan kata lain, fasisme merupakan sikap rasionalism yang berlebihan.

C. Masalah Ekonomi
a. Kebutuhan Manusia
Pada dasarnya, manusia bekerja mempunyai tujuan tertentu, yaitu memenuhi kebutuhan. Kebutuhan tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. selama hidup manusia membutuhkan bermacam-macam kebutuhan, seperti makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Kebutuhan dipengaruhi oleh kebudayaan, lingkungan, waktu, dan agama. Semakin tinggi tingkat kebudayaan suatu masyarakat, semakin tinggi / banyak pula macam kebutuhan yang harus dipenuhi.
Macam-macam kebutuhan manusia
Kebutuhan menurut tingkatan atau intensitasnya
1) Kebutuhan primer /pokok
Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang sangat mutlak harus dipenuhi, artinya apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan dalam kehidupannya
Contoh: sandang, pangan, papan, dan kesehatan
2) Kebutuhan sekunder / tambahan
Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan kedua, artinya kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan pokok terpenuhi
Contoh: lemari, sepeda, tempat tidur, dan meja kursi
3) Kebutuhan tersier / kemewahan
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi
Kebutuhan menurut waktunya
1) Kebutuhan sekarang
Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang pemenuhannya tidak bisa ditunda-tunda lagi/kebutuhan yang harus segera dipenuhi
Contoh: makan, minum, tempat tinggal, dan obat-obatan
2) Kebutuhan yang akan datang/masa depan
Kebutuhan yang akan datang adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat ditunda, tetapi harus dipikirkan mulai sekarang.
Contoh: tabungan
3) Kebutuhan tidak tentu waktunya
Kebutuhan ini disebabkan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba / tidak disengaja yang sifatnya insidental
Contoh : konsultasi kesehatan
4) Kebutuhan sepanjang waktu
Kebutuhan sepanjang waktu adalah kebutuhan yang memerlukan waktu/lama
Kebutuhan menurut sifatnya
1) Kebutuhan jasmani
Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang diperlukan untuk pemenuhan fisik/jasmani yang sifatnya kebendaan
Contoh: makanan, pakaian, olahraga, dan istirahat
2) Kebutuhan rohani
Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang diperlukan untuk pemenuhan jiwa atau rohani. Kebutuhan ini sifatnya relatif karena tergantung pada pribadi seseorang yang membutuhkan.
Contoh: beribadah, rekeasi, kesenian, dan hiburan
Kebutuhan menurut aspeknya
1) Kebutuhan individu
Kebutuhan individu adalah kebutuhan yang hanya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan seorang saja
Contoh: kebutuhan petani waktu bekerja berbeda dengan kebutuhan seorang dokter
2) Kebutuhan sosial (kelompok)
Kebutuhan sosial adalah kebutuhan yang diperlukan untuk memenuhi kepentingan bersama kelompok.
Contoh: siskamling, gedung sekolah, rumah sakit, dan jembatan

D.    Tindakan , Motif , dan Prinsip Ekonomi
a. Tindakan ekonomi
adalah setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling baik dan paling menguntungkan. misalnya: Ibu memasak dengan kayu bakar karena harga minyak tanah sangat mahal.
Tindakan ekonomi terdiri atas dua aspek, yaitu :
* Tindakan ekonomi Rasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan dan kenyataannya demikian.
* Tindakan ekonomi Irrasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan namun kenyataannya tidak demikian.

b. Motif ekonomi
adalah alasan ataupun tujuan seseorang sehingga seseorang itu melakukan tindakan ekonomi.
Motif ekonomi terbagi dalam dua aspek:
* Motif Intrinsik, disebut sebagai suatu keinginan untuk melakukan tidakan ekonomi atas kemauan sendiri.
* Motif ekstrinsik, disebut sebagi suatu keinginan untuk melakukan tidakan ekonomi atas dorongan orang lain.
Pada prakteknya terdapat beberapa macam motif ekonomi:
* Motif memenuhi kebutuhan
* Motif memperoleh keuntungan
* Motif memperoleh penghargaan
* Motif memperoleh kekuasaan
* Motif sosial / menolong sesama
c. Prinsip ekonomi
merupakan pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang didalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu diperoleh hasil yang maksimal.
  

E. Mikroekonomi dan Makroekonomi
a. Mikroekonomi
Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga.
Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, tiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu-individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus.
b. Makroekonomi
Ekonomi makro atau makroekonomi adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang memengaruhi banyak rumah tangga (household), perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian kesimbangan neraca yang berkesinambungan.
Ilmu ekonomi muncul karena adanya tiga kenyataan berikut :
  • Kebutuhan manusia relatif tidak terbatas.
  • Sumber daya tersedia secara terbatas.
  • Masing-masing sumber daya mempunyai beberapa alternatif penggunaan.
Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dipisahkan menjadi dua yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro.
Pengertian dan perbedaan ekonomi makro dan ekonomi mikro terletak pada ruang lingkup kajian ekonomi.

Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro
Harga
Ekonomi Mikro: Harga ialah nilai dari suatu komoditas (barang tertentu saja).
Ekonomi Makro: Harga adalah nilai dari komoditas secara agregat (keseluruhan).
Unit analisis
Ekonomi Mikro adalah: Ilmu ekonomi yang membahas tentang kegiatan ekonomi secara individual. Contohnya permintaan dan dan penawaran, perilaku konsumen, perilaku produsen, pasar, penerimaan, biaya dan laba atau rugi perusahaan.
Ekonomi Makro adalah: Ilmu ekonomi yang membahas tentang kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Contohnya pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, investasi dan kebijakan ekonomi.
Tujuan analisis
Ekonomi Mikro: Lebih memfokuskan pada analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya agar dapat dicapai kombinasi yang tepat.
Ekonomi Makro: Lebih memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara keseluruhan.

PENGERTIAN PELAKU EKONOMI
Pelaku ekonomi adalah individu-individu atau lembaga-lembaga yang terlibat dalam proses kegiatan ekonomi baik produksi, distribusi, maupun konsumsi. Yang berperan dalam pelaku ekonomi adalah rumah tangga, masyarakat, perusahaan/sektor usaha dan pemerintah. Pemerintah selain sebagai pelaku ekonomi juga berperan aktif sebagai pengawas, kontroler dan koordinator dalam kegiatan ekonomi agar tercipta iklim yang kondusif.
PELAKU EKONOMI  DALAM KEGIATAN POKOK EKONOMI
  • RUMAH TANGGA KELUARGA
1.Rumah Tangga Keluarga sebagai Produsen
Rumah tangga keluarga dalam kegiatan ekonomi merupakan pemilik faktor produksi yang meliputi tanah, tenaga kerja, keahlian dan modal. Kegiatan produksi yang dilakukan dalam rumah tangga keluarga adalah menyediakan faktor produksi yang dibutuhkan pelaku ekonomi lainnya. Dalam kegiatan ini rumah tangga keluarga memperoleh penghasilan/pendapatan dalam bentuk uang.
2. Rumah Tangga Keluarga sebagai Distributor
Kegiatan distribusi yang dilakukan oleh rumah tangga bertujuan untuk mendapatkan penghasilan. Kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan membuka toko atau warung, menjadi pedagang keliling atau pedagang asongan.
3. Rumah Tangga Keluarga sebagai Konsumen
Rumah tangga keluarga merupakan kelompok yang paling sering melakukan kegiatan konsumsi. Faktor yang mempengaruhi kegiatan konsumsi rumah tangga adalah:
  • Jumlah pendapatan keluarga
  • Jumlah anggota keluarga
  • Tingkat harga barang atau jasa
  • Status sosial ekonomi keluarga




  • MASYARAKAT
1. Masyarakat sebagai Produsen
Masyarakat sebagai produsen mencakup berbagai bentuk kegiatan masyarakat yang dapat menghasilkan pendapatan, misalnya kegiatan usaha, berdagang, bercocok tanam, beternak, dll. Dalam kegiatan usaha, yang berkembang dalam kehidupan masyarakat adalah sektor usaha informal yang mempunyai ciri- ciri:
  • Tidak memiliki alat-alat produksi yang canggih.
  • Tidak memiliki pendidikan/keahlian khusus.
  • Dapat membuka lapangan kerja yang tidak sedikit jumlahnya.
  • Hanya memiliki ruang lingkup usaha ekonomi yang sempit dan kecil.
Contoh kegiatan ekonomi sektor usaha informal: pedagang asongan, pedagang kaki lima, pedagang keliling.
2. Masyarakat sebagai Distributor
Masyarakat sebagai distributor diwujudkan dalam bentuk terjadinya proses penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
3. Masyarakat sebagai Konsumen
Masyarakat adalah pengguna (konsumen) “public goods” atau produk-produk umum, seperti jalan raya, jembatan, rumah sakit, sekolah, dan lain-lain.

  • PERUSAHAAN
1. Perusahaan sebagai Produsen
Sesuai dengan fungsinya, perusahaan dalam aktivitasnya selalu menghasilkan barang atau jasa. Beberapa hal yang harus dilakukan perusahaan sebelum menjalankan aktivitasnya adalah:
  • Menentukan barang/jasa yang akan diproduksi
  • Menentukan bagaimana pengelolaan barang/jasa
  • Memastikan barang/jasa yang akan diproduksi dibutuhkan oleh masyarakat
2. Perusahaan sebagai distributor
Hal-hal yang dilakukan perusahaan sebagai distributor:
  • Mengadakan kegiatan promosi
  • Mengadakan kegiatan perdagangan
  • Membuka agen atau cabang
  • Memiliki armada angkutan
3. Perusahaan sebagai Konsumen
Kegiatan konsumsi yang dilakukan perusahaan berkaitan erat dengan proses produksi yang dijalankan, antara lain:
  • Pengadaan bahan pokok
  • Pengadaan alat/sarana
  • Pembayaran upah karyawan

  • NEGARA

1. Negara sebagai Produsen
Kegiatan produksi yang dilakukan pemerintah bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat, antara lain:
  • Membangun pembangkit tenaga listrik
  • Membangun sarana transportasi
  • Membangun perusahaan air minum
2. Negara sebagai Distributor
Negara sebagai distributor memiliki kewajiban untuk menyalurkan barang dan jasa dari yang berlebihan kepada yang kekurangan sehingga hasil-hasil produksi dapat dinikmati seluruh rakyat. Kegiatan distribusi yang dilakukan pemerintah antara lain:
  • Menyalurkan energi listrik melalui PLN
  • Menyalurkan jasa telepon melalui Telkom
3. Negara sebagai Konsumen
Kegiatan konsumsi yang dilaksanakan pemerintah bertujuan untuk menjalankan roda pemerintahan, antara lain:
  • Membayar gaji pegawai
  • Menggunakan tenaga ahli
  • Menggunakan alat-alat kantor
  • Memanfaatkan energi listrik

4. Negara sebagai Pengatur Ekonomi
Peranan negara/pemerintah sebagai pengatur ekonomi:
Melindungi masyarakat terhadap dampak negatif pertumbuhan ekonomi yang kurang seimbang dan tidak terkendali
Membangun modal sosial seluas-luasnya
Menciptakan dan memelihara keserasian pertumbuhan ekonomi
Kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi antara lain:
a. Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah dalam bidang anggaran negara dengan tujuan untuk mempertahankan kestabilan proses pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Kebijakan fiskal menyangkut dua aspek yaitu:
  • Aspek kualitatif, yaitu menyangkut jenis-jenis pajak, pembayaran dan subsidi.
  • Aspek kuantitatif, yaitu menyangkut dana yang harus dikumpulkan dan dibayarkan.
b. Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter adalah segala kebijakan pemerintah di bidang keuangan yang bertujuan menjaga kestabilan harga dan nilai mata uang. Kebijakan moneter mencakup:
Kebijakan cadangan kas, yaitu kebijakan pemerintah untuk mengatur jumlah uang yang beredar dengan cara mengubah cadangan minimum BI.
Kebijakan kredit, yaitu kebijakan pemerintah untuk mengatur jumlah uang yang beredar dengan cara memberikan kredit secara selektif.
Kebijakan diskonto, yaitu kebijakan pemerintah dalam menjaga kestabilan jumlah uang yang beredar dengan cara menaikkan/menurunkan suku bunga BI.
Kebijakan politik pasar terbuka, yaitu kebijakan pemerintah dalam mengendalikan jumlah uang yang beredar dengan cara menjual/membeli surat-surat berharga kepada masyarakat.

Pemecahan Masalah.
Mungkin dengan adanya kesadaran diri sendiri perkembangan ekonomi di Indonesia bisa lebih baik
serta dengan perngolahan sumber daya dengan cermat pasti akan mempengaruhi ekonomi di indonesia
selama ini masalah ekonomi di Indonesia belum bisa terselesaikan dengan baik
jadi menurut saya kita harus memulai dari diri kita sendiri dulu agar melangkah lebih baik kedepannya

Hubungan Ekonomi Teknik di Bidang Elektro

Hubungan antara ekonomi teknik dengan bidang elektro sangat erat dan saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Jika dalam membentuk usaha dalam bidang elektro yang memerlukan pemecahan masalah dalam aspek ekonomi, maka ekonomi teknik sangat berperan penting dalam hal ini. Jadi masalah yang terjadi dapat diselesaikan dalam bidang elektro melalui analisis ekonomi Teknik.
Pada dasarnya, ekonomi teknik digunakan untuk mencari solusi terbaik dari setiap alternatif-alternatif solusi yang ada. Pada dunia Elektro, pencarian solusi terbaik ini sering kali digunakan saat pembuatan rangkaian, pemilihan alat, pemilihan komponen, perancangan bisnis elektronika, dll.

Kegunaan Ekonomi Teknik di Bidang Elektro

Kegunaannya ekonomi teknik dibidang elektro itu sangat penting terutama agar dapat memperhitungkan biaya dibidang elektro ,sehingga dapat mempertimbangkan biaya dalam suatu proyek kerja dibidang elektro,agar dapat memperoleh keuntungan. Seperti proyek instalasi gedung ataupun membuat robot perlu di perhitungan cermat agar terlihat dengan jelas untung dan rugi proyek tersebut sebelum dilaksanakan proyek tersebut.
Dalam usaha yang dilakukan dalam bidang elektro pasti terdapat aspek-aspek ekonomi yang harus diselesaikan dalam bidang ekonomi. Disinilah analisis ekonomi teknik sangat berperan penting dalam usaha bidang kelistrikan dan lain-lain. Apabila kita membuat sebuah gedung yang sangat banyak alat-alat atau komponen-komponen kelistrikannya, dan hal ini akan sangat rumit dalam permasalahan ekonominya. Maka dalam hal ini analisis ekonomi teknik sangat berguna sekali agar semua alat-alat kelistrikan yang dipakai untuk pembangunan gedung tersebut rapi dan tidak terdapat masalah apapun dalam hal ekonomi.

Contoh Masalah

Mahasiswa/i Teknik Elektro akan membuat suatu rangkaian catu daya sederhana. Rangkaian catu daya sederhana ini terdiri dari berbagai macam komponen. Komponen-komponen yang mereka gunakan tentunya harus sesuai agar catu daya yang mereka buat dapat beroperasi dengan baik. Mereka harus mencari komponen terbaik dan komponen yang dapat bertahan lama. Selain itu juga, harus disesuaikan dengan budget yang mereka punya. Maka dari itu, mereka harus melakukan proses tahapan pengambilan keputusan dan membuat cash flow.
 




Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi
http://one.indoskripsi.com/artikel-skripsi-tentang/masalah-pokok-ekonomi
wartawarga.gunadarma.ac.id
staff.ui.ac.id/internal/060803004/…/IRuangLingkupIlmuEkonomi.pdf
http://rendymni.wordpress.com/2013/04/02/ruang-lingkup-ekonomi/
http://apriwibowosas.blogspot.com/2013/10/hubungan-ekotek-di-bidang-elektro.html
http://ayuagussari13.wordpress.com/2013/04/10/ruang-lingkup-ekonomi-dan-pelaku-ekonomi/