Rabu, 18 April 2012

Harga Nilai Waktu Uang

 Harga Nilai Waktu Uang


a.      Present Value (PV) : nilai saat ini dari sejumlah uang yang akan dihasilkan pada masa yang akan datang dengan suku bunga tertentu.
contoh.1. Jika anda ingin mengetahui berapa jumlah uang yang harus anda depositokan untuk mendapatkan jumlah sebesar Rp 1 Milyar dalam waktu 10 tahun dengan suku bunga 4 % maka anda dapat menggunakan rumus :
  PV  =   FV
            (1 + i) n
        = Rp 1 Milyar
           (1 + 0.04)10
        =  Rp 675.564.200
2.      Perhitungan-perhitungan di atas dapat dilakukan dengan cepat apabila anda memiliki financial calculator.  Pada bagian Compound anda akan menemukan 5 item yang selalu digunakan untuk menghitung time value of money yaitu :
3.      n       = jangka waktu
i        = Interest (Suku bunga yang berlaku)
PV     = Present Value (Nilai sekarang)
PMT  = Payment ; item ini hanya akan digunakan apabila ada pembayaran dalam jumlah yang sama secara teratur (annuitas), kalau tidak ada diisi dengan 0.
FV     = Future Value (Nilai masa yang akan datang)


b. Future Value (FV) : nilai uang yang akan dihasilkan di masa yang akan datang atas uang yang ada saat ini dengan suku bunga tertentu.


1. Jika anda mendepositokan dana sebesar Rp 100 juta dengan suku bunga 5% per tahun selama 3 tahun maka pendapatan bunga yang akan dihasilkan adalah sebesar :
Simple Interest :
Pendapatan bunga = Rp 100 juta x 5% x 3 = Rp 15 juta sehingga total uang anda 3 tahun yang akan datang (Future Value) menjadi Rp 115 juta.
Compound Interest :
Untuk pendapatan bunga jenis ini dapat dilakukan dengan menggunakan rumus :
FV = PV x (1 + i)n  PV = Present Value (Pokok)
     i     = suku bunga
     n    =  jangka waktu
  = Rp 100 juta x (1 + 0.05)3
  = Rp 115.762.500
Anda mendapat kelebihan sebesar Rp 762.500 dengan menggunakan Compound Interest.


 
C.Net Present Value
            Net Present Value atau biasa dikenal dengan NPV merupakan selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah didiskon dengan menggunakan sosial opportunity cost of capital sebagai diskon faktor, atau dengan kata lain merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan datang yang didiskonkan pada saat ini. Dengan kata lain NPV merupakan selisih antara present value dari investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan-penerimaan kas bersih di masa yang akan datang, tingkat bunga yang relevan juga perlu ditentukan untuk menghitung nilai sekarang. Selain itu untuk menghitung NPV juga diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan pemeliharaan serta perkiraan manfaat / benefit dari proyek yang direncanakan.
Kriteria NPV :
NPV > 0 (nol) → usaha/proyek layak (feasible) untuk dilaksanakan
NPV < 0 (nol) → usaha/proyek tidak layak (feasible) untuk dilaksanakan
NPV = 0 (nol) → usaha/proyek berada dalam keadaan BEP dimana
TR=TC dalam bentuk present value.



D.Internal Rate of Return
          Internal rate of return (IRR) atau sering juga disebut secara singkat sebagai rate of return merupakan suatu indeks keuntungan (profitability index) yang telah dipergunakan secara luas dalam analisis investasi proyek industri. IRR juga dapat didefinisikan sebagai suatu interest rate yang membuat nilai sekarang dari aliran kas proyek industri menuju nol. Dengan demikian IRR merupakan suatu interst rate yang membuat nilai NPV sama dengan nol.
Social Oppurtunity Cost Of Capital
            SOCC (Social Oppurtunity Cost Of Capital) ini sangat berhubungan dengan IRR, hubungannya yakni sebagai berikut :
  • IRR > SOCC maka proyek dikatakan layak
  • IRR = SOCC berarti proyek pada BEP
  • IRR < SOCC dikatakan bahwa proyek tidak layak.
Untuk lebih memahami hal-hal diatas, bisa dilihat pada contoh soal dibawah :
Pimpinan perusahaan akan mengganti mesin lama dengan mesin baru karena mesin lama tidak ekonomis lagi, baik secara teknis maupun ekonomis. Untuk mengganti mesin lama dibutuhkan dana investasi sebesar  
 Rp 75.000.000, Mesin baru mempunyai umur ekonomis selama 5 
tahun dengan salvage value berdasarkan pengalaman pada akhir tahun kelima sebesar  
Rp.15.000.000,Berdasarkan pengalaman pengusaha, cash in flows setiap tahun diperkirakan 
sebesar Rp.20.000.000, dengan biaya modal 18% per tahun. Apakah penggantian mesin ini layak untuk dilakukan apabila dilihat dari PV dan NPV?
Jawaban:
DF 18%
P = P + A (P/A,i,n) + F (P/F, i, n)
P = -75.000.000 + 20.000.000 (P/A, 18%, 5) + 15.000.000 (P/F, 18%, 5)
P = -75.000.000 +62.544.000 + 6.556.500
P = -5.899.500
DF 14%
P = 20.000.000 + 20.000.000 + 20.000.000 + ….. + 20.000.000 + 15.000.000
(1 +0,14) (1 + 0,14)2 (1 + 0,14)3 (1 + 0,14)5 (1 + 0,14)5
P = 1.754.3859 + 15.389.350 + 13.499.430 + 11.841.605 + 10.387.373 + 7.790.529
P = 76.452.146 – 75.000.000 = 1. 452.146
DF 24%
P = 20.000.000 + 20.000.000 + 20.000.000 + ….. + 20.000.000 + 15.000.000
(1 +0,24) (1 + 0,24)2 (1 + 0,24)3 (1 + 0,24)5 (1 + 0,24)5
P = 16.129.032 + 13.007.284 + 10.489.745 + 8.459.471 + 6.822.154 + 5.116.616
P = 60.024.302 – 75.000.000
P = – 14.975.698
Kesimpulan : semakin besar diskon faktor yang dikenakan, gagasan usaha (proyek) tidak layak diusahakan, apabila tetap dijalankan maka akan mengakibatkan kerugian